Politika Research and Consulting
“Commitment to Excellence. Elevating the Democracy”
Burnik City di Kabupaten Situbondo merupakan contoh transformasi kawasan eks-lokalisasi menjadi ruang publik, rekreasi, dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui kolaborasi pemerintah daerah, masyarakat, tokoh agama, komunitas, dan pelaku UMKM. Transformasi ini telah menghasilkan manfaat sosial-ekonomi serta mengubah citra kawasan, tetapi keberlanjutannya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti fluktuasi aktivitas UMKM dan pengunjung, ketergantungan pembiayaan pada kontribusi pedagang, kebutuhan infrastruktur dasar, serta persoalan lingkungan. Persoalan utama bukan ketiadaan kebijakan, melainkan kesenjangan integrasi kebijakan, karena berbagai instrumen di bidang tata ruang, ruang terbuka hijau, pariwisata, dan lingkungan belum sepenuhnya terhubung dalam satu tata kelola kawasan. Karena itu, policy brief ini merekomendasikan penguatan tata kelola lintas sektor, integrasi Burnik City dalam perencanaan dan penganggaran daerah, penyusunan standar pengelolaan kawasan yang mencakup ruang, pariwisata, lingkungan, infrastruktur, dan sosial-ekonomi, serta penguatan kemandirian ekonomi dan kelembagaan komunitas agar keberhasilan transformasi Burnik City dapat dipertahankan secara terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.